- GUNUNGKIDUL,Posnusantara.com— Kepastian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul akhirnya ditegaskan Ketua DPD Partai Golkar DIY, Singgih Januratmoko. Namun, di tengah desakan kader agar agenda lima tahunan itu segera digelar, muncul sorotan mengenai dugaan gerakan yang ditunggangi kepentingan kandidat tertentu.
Singgih memastikan Musda XI tidak dibatalkan dan akan segera dipersiapkan sesuai mekanisme serta ketentuan organisasi. Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu (31/10/2026), merespons menguatnya desakan dari kader tingkat kapanewon hingga ranting.
“Musda Golkar Gunungkidul pasti dilaksanakan. Tidak ada pembatalan. Akan segera disiapkan untuk pelaksanaan Musda dalam waktu dekat sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi,” tegas Singgih Minggu (1/11/2026).
Pernyataan itu menjadi jawaban atas kegelisahan kader yang selama ini mempertanyakan kepastian agenda Musda. Meski demikian, kepastian bahwa Musda akan digelar belum menjawab persoalan utama yang berkembang di internal partai, yakni kapan jadwal resmi ditetapkan dan mengapa pelaksanaannya terus menjadi polemik.
Sorotan lain muncul ketika Singgih mengungkapkan adanya informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak yang berkepentingan dalam kontestasi perebutan kursi Ketua DPD Golkar Gunungkidul.
Ia mengingatkan agar aspirasi kader tidak dimanfaatkan sebagai alat untuk mendorong kemenangan kandidat tertentu. Menurutnya, Musda semestinya menjadi ruang demokrasi organisasi untuk menentukan kepemimpinan dan arah partai, bukan arena mobilisasi massa maupun tekanan antarkelompok.
Namun, dugaan tersebut belum disertai pengungkapan identitas pihak yang dimaksud maupun bukti keterlibatannya secara terbuka. Karena itu, tudingan tersebut perlu diuji melalui klarifikasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan agar tidak berkembang menjadi spekulasi di internal partai.
Seluruh kandidat dan pendukungnya juga diharapkan menghormati mekanisme organisasi serta mengedepankan gagasan, visi, dan program untuk memperkuat Golkar di Gunungkidul.
Sebelumnya, desakan agar Musda XI segera dilaksanakan semakin menguat. Sejumlah pengurus dan kader tingkat kapanewon hingga ranting menyuarakan keprihatinan atas berulangnya penundaan agenda tersebut.
Konsolidasi kader bahkan digelar di Wonosari pada Jumat (30/10/2026). Mereka meminta DPD Golkar Gunungkidul segera memberikan kepastian pelaksanaan Musda.
Kini, setelah Ketua DPD Golkar DIY menyatakan Musda tetap digelar, tantangan berikutnya adalah membuktikan komitmen tersebut melalui penetapan jadwal yang jelas, mekanisme yang transparan, dan proses yang dapat diterima seluruh kader.
Sebab, pernyataan bahwa Musda pasti terlaksana tidak akan sepenuhnya meredakan polemik apabila tidak segera diikuti langkah konkret. Ketidakpastian yang berkepanjangan justru berpotensi memperlebar perbedaan di internal partai menjelang pemilihan ketua.
Bola panas kini berada di tangan DPD Golkar DIY. Kader menunggu bukan hanya kepastian bahwa Musda XI akan digelar, melainkan juga kapan tanggal pelaksanaannya ditetapkan dan bagaimana proses menuju forum tersebut dijalankan.
Musda seharusnya menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat organisasi. Namun, tanpa kepastian jadwal dan komitmen terhadap proses yang adil, agenda tersebut berisiko terus dibayangi tarik-menarik kepentingan.
Pada akhirnya, ukuran keseriusan pimpinan partai bukan semata-mata pernyataan bahwa Musda tidak dibatalkan, melainkan realisasi pelaksanaannya sesuai aturan organisasi.
Singgih Pastikan Musda Golkar Gunungkidul Digelar, Dugaan Manuver Kandidat Disorot





