(55) 445 521 455

Mon - Sat 8.00 - 17.00

Denver, Colorado

24 September 2026, 02:53:24
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

WAJIB TAHU CARA MENGENALI MURSYID PALSU DARI UCAPANNYA

PostNusantara- Click// Ruang Saling Menasihati | Inspirasi | Motivasi | Muhasabah | Kajian Islami

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ اَعْطِنِيْ مَحَبَّتَكَ وَمَعْرِفَتَكَ

Keselamatan dan derajat seseorang sangat bergantung pada kemampuan menjaga lisan, karena ucapan yang keluar dari mulut seseorang merupakan cerminan langsung dari isi hatinya.

Para ulama ahli thoriqoh memiliki kriteria yang jelas berbasis Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mengenali ciri, tanda, sifat dan karakter seorang mursyid palsu dan mursyid asli, baik dari segi ilmunya, akhlaknya, silsilahnya, ucapannya, sikapnya dan perbuatannya.

Dalam dunia thoriqoh seorang Mursyid memiliki peran krusial untuk membimbing muridnya menuju kedekatan dengan Alloh. Namun, para ulama ahli thorekat mutabaroh telah memberikan peringatan keras mengenai munculnya para mursyid palsu.

Ciri utama mursyid palsu yang paling gampang dikenali dengan jelas melalui lisan atau ucapannya. Karena ucapan seseorang mencerminkan apa yang ada di dalam hatinya.

Ulama thoriqoh dan mursyid agung Tqn Pp Suryalaya yang mulia Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin atau pangersa Abah Anom pernah menegaskan dalam kuliah subuhnya, bahwa selamatnya seorang muslim sangat ditentukan oleh lisan dan perbuatannya sehari-hari.

Baik atau buruknya lisan seseorang bersumber dari kebersihan hatinya. Jika hati seseorang dipenuhi sifat kotor seperti sombong, riya, atau suka memfitnah, maka ucapan yang keluar pun akan berpotensi merusak dan menyakiti orang lain

Beliau juga mengingatkan makna perkataan bijak bahwa ucapan yang keluar dari lubuk hati yang tulus akan sampai dan diterima oleh hati sesama. Sebaliknya, ucapan yang sekadar meluncur dari ujung lidah tanpa penghayatan hanya akan menjadi angin lalu atau sia-sia.

Para ulama sholeh, wali asli dan mursyid sejati kamil mukamil selalu menjaga lisan dan perbuatan mereka, dan selalu tetap tegak di atas koridor Al-Qur’an dan As-Sunnah. Berikut adalah ciri-ciri mursyid palsu dilihat dari lisan dan ucapannya berdasarkan dalil dan keterangan para ulama :

1. Sering Mengklaim Kesucian Diri :
Ucapan sosok mursyid palsu sering kali berisi pujian terhadap dirinya sendiri, bangga diri, pamer maqom padahal sejatinya tidak punya makom apa-apa hanya pengakuan sepihak atau mengklaim dirinya orang paling baik, mulia, suci dan mengaku memiliki karomah, barokah dan telah mencapai derajat wali dan makrifat sehingga umat manusia harus patuh dan tunduk pada ucapannya.

Sedangkan Alloh SWT sangat melarang manusia mengklaim dirinya baik, sholeh, mulia dan suci. Alloh SWT berfirman yang artinya : “Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm: 32).

Yang mulia Syekh Ibnu Atho’illah al-Sakandari dalam kitab Al-Hikam, beliau menegaskan bahwa mursyid sejati justru orang yang menyembunyikan kewaliannya dan merasa bodoh di hadapan Alloh. Jika lisannya sibuk meminta pengakuan manusia, ia adalah pendusta.

2. Ucapannya Bertentangan dengan Syariat :
Mursyid palsu kerap mengeluarkan fatwa atau ucapan yang menggugurkan kewajiban syariat bagi dirinya atau muridnya yang telah mencapai tingkatan tertentu misalnya:

Mengaku tidak perlu salat karena sudah sampai kepada Alloh, merubah atau menambah syariat, merubah ajaran dan menafsirkan Al-Quran sesuka hatinya. Para Ulama salah satunya ulama besar ahli thoriqoh yaitu yang mulia Imam Al-Junaid al-Baghdadi beliau menegaskan:

“Semua jalan thoreqat tertutup bagi manusia, kecuali bagi mereka yang mengikuti jejak langkah yang mulia Baginda Rosululloh SAW, mengikuti sunnahnya, dan menetapi jalannya.”

3. Mengajak Murid Fanatik :
Ucapannya selalu mengarahkan murid untuk bergantung, takut, tunduk, patuh dan setia secara mutlak kepada pribadinya secara berlebihan, melebihi kepatuhannya kepada syariat Islam. Apapun yang di ucapkan, diperintahkan dan dilarang oleh dirinya sekalipun melanggar syariat pengikutnya harus tunduk dan percaya.

Yang mulia tuan Syekh Abdul Qodir al-Jailani Qs dalam kitab Al-Ghunyah menjelaskan bahwa mursyid yang benar adalah yang lisannya selalu memalingkan hati murid dari dunia dan makhluk (termasuk dari diri sang guru) untuk hanya bergantung kepada Alloh SWT. Mursyid palsu justru membangun kerajaan pengikut untuk kepentingan dunianya.

4. Lisannya Kotor :
Lisan dan ucapan mursyid palsu sering dipenuhi dengan hasutan, ghibah, fitnah, mengadu domba, berbohong atas nama Alloh, suka menghina orang lain, ajaran orang lain, ibadah orang lain sesama muslim

Suka mencela orang-orang yang belum masuk thoriqoh atau yang bukan pengikutnya dengan kata kafir, dajjal, sesat, ahli neraka, belum Islam dan juga suka merendahkan ulama dan thorekat lain demi menaikkan pamor dirinya sendiri.

Ucapan mursyid palsu tidak membawa kedamaian, melainkan membawa perpecahan dan permusuhan diantara umat manusia. Yang mulia Baginda Rosululloh SAW bersabda : ‘Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencela, melaknat, berbuat keji, dan berkata kotor.” (Hr. Tirmidzi).

Dalam kitab ihya Ulumuddin Yang mulia Imam Al-Ghozali menyatakan bahwa, tanda ulama atau mursyid akhirat atau Mursyid asli adalah mereka yang bersih lisannya dari hasad, perdebatan yang tidak berguna, dan tidak mencari aib sesama muslim.

5. Janji-Janjinya Manis :
Ucapan mursyid palsu sering kali berupa iklan dan obral jaminan surga karena merasa dirinya sudah dijamin masuk surga, ampunan dosa, syafaat dan barokah darinya secara instan, hanya dengan cara membayar mahar tertentu atau sekadar ba,iat, tanpa menekankan pentingnya taubat nasuha dan istiqomah dalam beramal.

Para ulama sufi sepakat bahwa thorekat adalah jalan mujahadah atau perjuangan melawan hawa nafsu. Ucapan guru yang mempermudah maksiat dengan dalih kasih sayang guru atau syafaat khusus adalah tipu daya setan atau istidraj.

Yang mulia Imam Ahmad Sirhindi memberikan kaidah emas untuk menilai seorang mursyid melalui ucapannya, beliau mengatakan :

“Setiap ucapan guru yang tidak didukung oleh dalil syariat yang kuat, atau bertentangan dengan ijma ulama, maka ucapan itu harus dilemparkan kembali kepadanya atau ditolak, dan dia bukanlah seorang mursyid yang berhak diikuti.”

Jika anda menemui seorang tokoh yang mengaku guru spiritual atau mursyid yang lisan dan ucapannya seperti yang disebutkan diatas maka ketahuilah bahwa ia adalah mursyid palsu yang wajib tidak diikuti.

Alloh Swt memperlihatkan keburukan hati seseorang salah satunya melalui ucapan dan lisan mereka. Di dalam Islam, hati dan lisan memiliki hubungan yang sangat erat. lisan adalah cerminan atau gayung dari apa yang ada di dalam wadah hati.

Namun bagi kita, hal ini hendaknya menjadi cermin untuk menjaga hati dan lisan kita sendiri, bukan sekadar digunakan untuk menghakimi atau mencari-cari kesalahan orang lain. semoga pikiran, lisan, hati dan anggota badan kita selalu ada dalam bimbingan Alloh SWT.

Dan semoga kajian ini menjadi wasilah untuk kita semua mendapatkan wawasan, ilmu, hidayah, taufik, rahmat, maghfiroh disertai dengan mendapatkan cinta dan ridhonya Alloh SWT di dunia dan di akherat, Aamiin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles