PostNusantara-click // Kalau berbicara tentang tokoh yang sangat melekat dengan masyarakat Kabupaten Pati, nama Saridin atau Syekh Jangkung tentu tidak boleh dilupakan.
Syekh Jangkung dikenal dalam tradisi masyarakat Pati sebagai tokoh ulama dan penyebar agama Islam yang kisahnya diwariskan secara turun-temurun. Makamnya berada di Desa Landoh, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan hingga kini ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Makam Saridin juga telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya Kabupaten Pati.
Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, Saridin digambarkan sebagai sosok yang lugu, berani, sederhana, tetapi memiliki pemahaman dan pengalaman spiritual yang luar biasa. Kisahnya kemudian berkembang menjadi cerita rakyat, babad, hingga pertunjukan ketoprak yang sangat populer di Pati.
Salah satu bagian kisah yang paling terkenal adalah perjalanan Saridin ketika berguru kepada para ulama pada masa itu. Ada berbagai versi mengenai siapa orang tua dan guru-gurunya. Bahkan sumber-sumber yang membahas Syekh Jangkung juga menyebut adanya perbedaan versi mengenai silsilah beliau. Karena itu, kisah tentang Saridin sebaiknya dipahami sebagai perpaduan antara tradisi tutur, budaya masyarakat, dan catatan sejarah yang tersedia.
Yang membuat nama Saridin tetap hidup sampai sekarang bukan hanya cerita tentang karomah atau kesaktiannya, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang melekat dalam kisahnya: kejujuran, kesederhanaan, keberanian, dan menggunakan kelebihan yang dimiliki untuk kebaikan.
Makam Syekh Jangkung di Landoh, Kayen, kini menjadi salah satu tempat penting bagi wisata religi dan sejarah di Pati. Banyak orang datang untuk berziarah, mengenang perjalanan tokoh tersebut, sekaligus mempelajari warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Saridin bukan sekadar cerita tentang kesaktian. Di balik legenda Syekh Jangkung, terdapat warisan budaya dan nilai kehidupan yang membuat namanya tetap dikenang masyarakat Pati hingga hari ini.
(dilansir cerita Gus M)





