postNusantara- click – YOGYAKARTA— KESAKSIAN sejumlah alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi rekan satu angkatan Joko Widodo (Jokowi), kembali mencuat di tengah polemik mengenai ijazah kelulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985.
Sejumlah alumni, di antaranya Andi Pramaria dan Joko Santoso, pernah memperlihatkan ijazah asli kelulusan mereka serta membagikan dokumentasi kebersamaan dengan Jokowi selama menjalani masa perkuliahan. Foto-foto tersebut antara lain memperlihatkan kebersamaan saat mengikuti kegiatan kampus, pendakian gunung hingga momen wisuda.
Para alumni yang menjadi saksi langsung perjalanan akademik Jokowi tersebut menyatakan pernah berinteraksi dengannya selama menjadi mahasiswa. Mereka mengenang Jokowi sebagai mahasiswa yang menjalani aktivitas perkuliahan dan praktikum sebagaimana mahasiswa lainnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM, mereka juga mengaku pernah bersama-sama mencari dan melamar pekerjaan.
Kesaksian para rekan kuliah itu turut menyinggung persoalan bentuk tulisan dan jenis huruf pada ijazah. Menurut mereka, dokumen kelulusan yang diterima para mahasiswa pada masa tersebut, memang diterima apa adanya dari pihak kampus dan tidak menjadi persoalan bagi mahasiswa.
Polemik lain yang muncul berkaitan dengan foto pada ijazah Jokowi. Sejumlah pihak mempermasalahkan perbedaan visual dalam foto tersebut, termasuk keberadaan kumis yang terlihat tebal, penggunaan kacamata, serta kualitas cetakan foto.
Rekan kuliah Jokowi, Ritje Dwidjaja, memberikan penjelasan mengenai penggunaan kacamata tersebut.
Menurut Ritje, selama mengikuti kegiatan kuliah lapangan, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), dirinya tidak pernah melihat Jokowi mengenakan kacamata. Namun, kondisi tersebut dinilai bukan sesuatu yang aneh karena kacamata bisa saja digunakan ketika seseorang sedang membaca, atau mengerjakan pekerjaan akademik di kamar.
Dengan demikian, menurut rekan-rekan yang mengenal Jokowi sejak masa kuliah, penggunaan kacamata dalam sebuah foto tidak serta-merta menunjukkan adanya kejanggalan.
Mereka juga menilai perubahan penampilan secara fisik merupakan hal yang wajar. Pasalnya, foto pada dokumen kelulusan diambil ketika Jokowi masih berusia muda, sedangkan penampilan fisiknya sekarang telah mengalami perubahan setelah melewati waktu sekitar empat dekade.
Pada masa kuliah dan ketika lulus pada 1985, Jokowi dikenal memiliki gaya rambut belah tengah serta kumis yang menjadi bagian dari penampilannya saat itu.
Sementara itu, pihak UGM melalui penjelasan Rektorat menyatakan terdapat arsip mengenai ketentuan pengambilan foto resmi mahasiswa pada masa tersebut.
Berdasarkan pengumuman Pembantu Rektor tertanggal 3 November 1984, aturan yang diberlakukan antara lain melarang mahasiswa menggunakan kacamata hitam ketika melakukan pemotretan resmi untuk dokumen.
UGM juga menyebut arsip kampus menunjukkan terdapat alumni lain pada angkatan tersebut yang menggunakan kacamata biasa dalam foto resmi. Artinya, penggunaan kacamata biasa dalam foto dokumen tidak secara otomatis bertentangan dengan ketentuan yang berlaku ketika itu.
Pihak kampus juga menegaskan bahwa status Jokowi sebagai alumnus Fakultas Kehutanan UGM didukung oleh berbagai catatan akademik resmi. Di antaranya rekam jejak akademik, berita acara wisuda serta nomor kelulusan yang tercatat di Fakultas Kehutanan.
UGM menekankan bahwa dokumen dan catatan akademik tersebut, menjadi bagian dari arsip institusi yang mencatat perjalanan pendidikan Jokowi sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan.
Adapun mengenai kondisi fisik ijazah maupun foto pada dokumen yang kini beredar di ruang publik, UGM menjelaskan bahwa ijazah asli telah diserahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan sejak dinyatakan lulus pada 1985.
Bagi para rekan kuliah yang berinteraksi langsung dengan Jokowi selama masa pendidikan, kesaksian mengenai aktivitas perkuliahan, dokumentasi kebersamaan, hingga proses kelulusan menjadi bagian dari pengalaman mereka sebagai saksi hidup perjalanan akademik Jokowi di UGM.





