(55) 445 521 455

Mon - Sat 8.00 - 17.00

Denver, Colorado

24 September 2026, 04:50:13
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

DUKA DI SIMPANG GRAMEDIA,TINTA PERS TERLUKA SAAT MAHASISWA LAKSANAKAN DEMO

postNusantara- click/ Sleman/ Sore di Simpang Empat Gramedia yang semula penuh gema penyampaian aspirasi, mendadak berubah menjadi mimpi buruk bagi Tere. Berdiri di barisan depan dengan kamera dan catatan di tangan, jurnalis perempuan dari Pers Mahasiswa Pijar UGM ini hanya ingin satu hal: merekam fakta. Namun, situasi mendadak mencekam ketika kelompok ormas bersenjata tiba-tiba memburu massa.

Sadar situasi makin tak terkendali, Tere dan rekannya berusaha mundur ke arah pembatas jalan. Di tengah kepanikan, langkahnya terhalang sekelompok pria yang berteriak histeris. Saat ditanya alasan mereka mendorong massa yang sedang berusaha membubarkan diri, umpatan kasar berbahasa Jawa justru terlontar ke arahnya.

“Saya kurang ingat jelasnya mereka balas berkata apa, yang paling saya ingat dibalas dengan kata kasar… ‘asu’,” tutur Tere dengan suara getir dan bergetar saat mengingat detik-detik mencekam itu pada konferensi pers di Bundaran UGM, Kamis (3/9).

Belum sempat mencerna situasi, sebuah hantaman kaleng menghujam keras pelipisnya. Pandangannya seketika kabur, gelap, dan ia hilang kesadaran. Darah segar mengucur dari kepalanya yang bocor sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Terjepit di Antara Anarkisme dan Tindakan Represif

Tak hanya Tere, koridor Jalan Cik Di Tiro hingga Simpang Gramedia hari itu menjelma menjadi medan ketakutan. Deva Artika Sari dari BEM UPN Veteran Yogyakarta menyaksikan betapa pilunya barisan mahasiswa yang terdesak.

Saat kelompok ormas maju membawa batu, kayu, mercon, tongkat baseball, hingga senjata tajam seperti karambit dan cutter, aparat kepolisian justru disebut ikut mendorong paksa massa yang terpojok.

Akibatnya fatal:

Tersungkur & Terinjak: Mahasiswa di barisan depan jatuh ke aspal panas dan terinjak-injak di tengah kepulan pepper spray.

Kekerasan Fisik: Mahasiswa perempuan diseret dan dipukuli meski sudah terjerembab di tanah.

Teror Hingga Kampus: Pengejaran tak berhenti meski massa mundur ke wilayah UGM; lemparan batu terus mengejar hingga ke dalam gerbang kampus.

Sedikitnya enam korban luka dari pihak mahasiswa terkonfirmasi harus dilarikan ke rumah sakit. Hari itu, Jogja tidak hanya menyaksikan demonstrasi yang berujung ricuh, tetapi juga luka mendalam bagi kebebasan pers dan keselamatan mahasiswa di Kota pelajar,

REDAKSI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles